?max-results="+numposts5+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles1\"><\/script>");

Monday, April 25, 2016

Belanja Batik Sepuasnya di Kampung Batik Ngasem

Bosan dengan batik yang itu-itu saja? Datanglah ke kampung batik Ngasem yang ada di kawasan dalam Keraton (ndalem beteng). Anda akan menemui batik yang tidak saja masih berbentuk kain namun juga dalam wujud pakaian dengan desain masa kini. Jika kurang cocok dengan modelnya, Anda bisa memilih batik yang masih berupa meteran. Tinggal pilih corak yang disukai,  lebar dan panjangnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Kampung batik Ngasem adalah sentra industri batik yang sudah terkenal sejak era 70an. Selain pasar Beringharjo, disinilah geliat perdagangan batik Yogyakarta. Jika Anda menyusuri jalan Kauman, jalan Kadipaten dan jalan Ngasem, jajaran toko batik ini terlihat selalu ramai. Kain batik berbagai motif tersedia. Ada yang motif klasik Yogyakarta dan motif-motif “modern” yang cocok untuk desain baju bagi kawula muda.
Harga batik di kampung Ngasem ini cukup beragam. Kain berbentuk lembaran yang sudah dipotong berkisar dari 70 ribuan hingga ratusan ribu. Sedangkan yang dijual sesuai kebutuhan berkisar Rp. 48 ribu per meter. Harga pakaiannya juga bervariasi yakni mulai di bawah seratus ribu. Beberapa butik yang ada di kampung Ngasem ini bahkan menjual baju batik dengan desain terbatas alias tidak diproduksi dalam jumlah massal sehingga tingkat eksklusivitasnya tinggi. Tinggal pilih Anda lebih menyukai mana batik cap (print) atau batik tulis. Asyiknya lagi, mereka tidak hanya menjual pakaian batik segala rupa tetapi juga asesoris dan produk-produk lainnya yang berbahan batik seperti taplak meja, tas, seprei dan sarung bantal. Juga ada fashion item seperti kalung. Jangan lupa menawar  atau meminta potongan harga jika batik yang Anda beli cukup banyak. Para penjual ini tak segan memberikan diskon hampir 20 persen untuk pembeli yang memang memborong batik dalam jumlah besar.
Tempat berburu oleh-oleh lain di Yogyakarta adalah Mirota Batikbakpia Pathuk danPasar Beringharjo.

0 comments:

Post a Comment