?max-results="+numposts5+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles1\"><\/script>");

Wednesday, May 25, 2016

PILIHAN GUDEG DI YOGYAKARTA

1. Gudeg Yu Djum

Kawasan Keraton Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata kota Jogja. Tak jauh dari kawasan tersebut terdapat banyak penjual gude, tepatnya di Jalan Wijilan. Tempat tersebut mulai ramai oleh penjual gudeg sejak tahun 1942. Salah satu gudeg yang terkenal adalah gudeg Yu Djum, yang berasal dari nama pendirinya yaitu Yu Djuwariah. Yu Djum mulai berjualan gude sejak tahun 1950 dan hingga kini menginjak usia 80 tahun masih setia memasak sendiri gudegnya. Gudeg Yu Djum telah diteruskan secara turun temurun hingga kini generasi keempat. Gudeg ini menyajikan jenis gudeg kering yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Pelancong dapat menyantap gudeg ini di Jl. Wijilan, Jl. Kaliuran km.4 dan Jl. Adisucipto yang semuanya berada di Yogyakarta.

2. Gudeg MBarek bu Hj Ahmad

Merupakan salah satu restoran gudeg terbaik di Kota Gudeg, Yogyakarta. Terletak di sebelah utara gedung pusat Universitas Gajah Mada. Seperti halnya warung gudeg lainnya, warung gudeg bu amad ini menyajikan gudeg beserta teman-temannya dengan lengkap sekali seperti ayam, telor dan krecek. Tidak hanya makan di warung, kitapun bisa membawa pulang gudeg tersebut dengan menggunakan besek ataupun poci. Harga yang lumayan murah membuat gudeg ini juga menjadi oleh-oleh pengunjung yang hendak makan ataupun membelinya sebagai buah tangan keluarga di rumah.

3. Gudeg Pawon

Gudeg Pawon dirintis oleh almarhumah Mbah Prapto Widodo sejak tahun 1958. Awal mulanya, gudeg ini dijual oleh belia di Pasar Sentul, namun pembeli justru banyak yang datang sebelum gudeg tersebut dibawa ke pasar. Semakin hari pemebeli semakin datang lebih awal untuk membeli gudeg ini, bahkan jam 12 pun sudah ada yang datang. Baru akhirnya pada tahun 2000 beliau memutuskan untuk menjual gudeg buatannya di rumah dan tidak lagi di pasar. Gudeg yang buka sejak jam 22.30 ini sekarang telah dilanjutkan oleh kedua anak dan menantu beliau.
Pawon dalam bahasa Indonesia berarti dapur, dinamakan gudeg Pawon karena para pecinta kuliner harus rela antri untuk mengambil gudeg yang telah disediakan di dapur. Bagi anda yang ingin menyantap gudeg ini, usahakan datang sebelum dibuka. Gudeg ini berlokasi di Jl. Janturan No. 36-38 Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta.

4. Gudeg Song Djie

Dari sekian rumah makan gudeg yang ada salah satunya berada di jalan godean yaitu Gudeg Song Djie. Beda dengan gudeg Yu Djum yang kering dan manis, Song Djie adalah gudeg basah dan gurih. Selain memiliki tempat makan di jalan godean, Gudeg Song Djie juga memiliki outlet di Jl. Brigjend Katamso Jogja.




5. Gudeg Mercon


Bagi anda penikmat masakan pedas, tidak ada salahnya untuk mencoba Gudeg Mercon. Gudeg yang biasanya identik dengan rasa manis diubah oleh ibu Ngatinah sehingga tercipta sensasi pedas. Gudeg yang berukuran 2×1,5 meter ini berada di tepi Jalan Kranggan dengan atap tenda sederhana. Gudeg yang telah berdiri sejak 20 tahun yang lalu ini selalu dimasak oleh Ibu Nagtinah sendiri. Seperti kebanyakan penjual gudeg lain, tempat ini pun buka pada saat malah hari yaitu pada jam 21.00wib. Pengunjungnya pun tak hanya datang dari masyarakat sekitar, bahkan beberapa artis ibu kota pernah mampir ke tempat ini untuk menyantap hidangan lezat nan pedas ini.

0 comments:

Post a Comment