?max-results="+numposts5+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles1\"><\/script>");

Thursday, May 12, 2016

MASANGIN

Alun alun Kidul tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan domestik dan mancanegara. Di sini bisa mencoba ritual yang sudah sejak lama ada di Kota Jogja. Namanya Masangin (masuk diantara dua pohon beringin), konon ritual ini punya mitos barang siapa yang bisa melewatinya “keinginan terwujud”
Aturan Masangin sederhana: kita harus menutup kedua mata dengan slayer atau kain batik dan berjalan untuk menembus area di antara dua pohon beringin yang berada di tengah Alun alun Kidul.….
Konon seseorang yang memiliki hati bersih akan mampu menembus antara dua beringin tanpa berbelok, bergeser kanan atau kiri, dan fokus meraih target.
Awal mulanya, Alun alun Kidul merupakan sebuah tempat para abdi dalem, prajurit beserta anak buahnya melaksanakan berbagai acara seperti Perayaan Penyambutan Lailatul Qadar pada bulan puasa bagi kaum Muslim. Pula di sini ritual topo bisu dan berkeliling benteng dilakukan pada 1 Sura atau ulang tahun berdirinya Keraton Jogja. Warga Jogja pun tumplek bergabung merayakan tradisi keraton yang sarat makna ini.
Nah, masangin merupakan salah satu bagian dari acara tersebut yang dipercaya sebagai sarana “ngalap berkah” atau simbol permohonan pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar melingkupi Jogja dengan keamanan dan kenyamanan. Masangin dianggap masyarakat Jogja sebagai tolak bala agar kekuatan musuh yang dapat menggerogoti kekuasaan Keraton Jogja bisa lumpuh.


0 comments:

Post a Comment