?max-results="+numposts5+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles1\"><\/script>");

Wednesday, June 8, 2016

JAJANAN KHAS YOGYAKARTA

1.   Bakpia
     
Camilan tradisional khas paling populer di Jogja adalah bakpia. Dulu, bakpia hanya berisi kacang ijo yang dihaluskan. Sekarang, ada banyak varian rasa bakpia, ada cokelat, keju, durian, stroberi dan sebagainya. Sentra pembuatan bakpia ada di Pathuk, sebelah barat Malioboro (sekitar 10 menit naik becak). Tapi penjualannya sih ada di banyak tempat. Bakpia juga awet, cocok kalau mau dibawa sebagai oleh-oleh.

2.   Geplak

Geplak, yang merupakan makanan tradisional khas Bantul ini, terbuat dari parutan kelapa, yang dicampur dengan gula aren lalu dibentuk bulat-bulat, rasanya sangat manis. Dulu geplak hanya diproduksi satu warna satu rasa, sekarang sudah berkembang berbagai varian rasa. Ada geplak cokelat, durian, stroberi dan lain-lain. Warga Bantul dulu mengolah kelapa dan gula menjadi geplak, dan menjadikannya sebagai makanan sehari-hari saat masa paceklik.

3.   Peyek tumpuk
Peyek tumpuk, camilan khas Yogyakarta dari Bantul. Enak juga sebagai tambahan lauk.

Masih dari Bantul, kamu musti coba juga peyek tumpuk. Peyek ini sebenarnya rempeyek kacang seperti yang biasa banyak dijumpai dan kita makan. Hanya saja alih-alih berbentuk bundar dan pipih, peyek tumpuk kacangnya numpuk-numpuk hingga sekepalan tangan orang dewasa. Peyek tumpuk pertama kali diproduksi oleh Mbok Tumpuk, tapi sekarang peyek tumpuk bisa kamu jumpai di mana saja di daerah Bantul.

4.   Ampyang

Ampyang merupakan camilan khas Jawa yang terdiri atas kacang yang dicampur dengan gula jawa atau gula kelapa. Paling cocok nih dimakan di sore hari yang gerimis, sambil menyeruput teh jahe panas. Wahhh!




5. Yangko
Ini dia kue moci-nya Jogjakarta. Terbuat dari tepung beras, agak lengket kalau dikunyah dan ditaburi tepung dibungkus kertas minyak warna-warni. Rasanya persis kue moci, tapi sekarang juga bertambah varian rasanya seperti halnya bakpia dan geplak.

6. Kipo


Kipo merupakan makanan khas Jogja, tepatnya dari Kotagede. Kamu bisa mendapatkannya di pasar tradisional di Kotagede. Bahan dasar kipo adalah tepung ketan, isinya parutan kelapa yang dicampur dengan gula kelapa. Warna hijaunya didapat dari daun suji. Rasanya legit-legit gurih.
7. Getuk



Di daerah Magelang, ada getuk yang sangat terkenal yaitu getuk Trio. Kamu barangkali juga pernah nyobain getuk lindri, yang bentuknya terdiri atas singkong yang dihaluskan dan digiling. Nah, barangkali kamu belum pernah nyoba makan getuk yang paling tradisional ini. Getuk tradisional yang dijual di pasar-pasar tradisional dalam tampah yang besar, diiris-iris lalu ditaburi parutan kelapa. Sensasi rasa gurih dan manisnya sempurna banget.
8. Gatot

Gatot yang ini bukanlah nama orang, tapi nama makanan tradisional. Seperti getuk, gatot juga terbuat dari singkong, lebih tepatnya dari gaplek (singkong yang dikeringkan). Warnanya kehitaman dan lengket di tangan, hingga mungkin bagi beberapa orang, kenampakan gatot memang tidak menarik. Tapi, tunggu dulu. Coba dulu dimakan sambil dicocolkan ke parutan kelapa. Wuah! Enak banget! Antara manis dan gurih, berpadu dengan seimbang.
9. Thiwul
Thiwul, hampir sama seperti getuk tradisional, juga terbuat dari singkong cuma berbeda sedikit di proses memasaknya. Dulu penduduk Gunung Kidul mengolah singkong menjadi thiwul pada masa penjajahan Belanda untuk mengganti beras. Thiwul juga bisa ditemukan di berbagai pasar tradisional di Jogjakarta.

10Cenil


Cenil, juga terbuat dari singkong yang dihaluskan. Wah, ternyata banyak ya, makanan yang terbuat dari singkong yang khas dari Jogja? Cenil ini lebih menarik, karena biasanya diberi warna yang meriah dengan pewarna makanan; merah, oranye, hijau, dan di atasnya ditaburi kelapa. Sangat menggugah selera, apalagi kalau sudah dimakan.
11, Jadah tempe

Makanan khas Jogja asal Kaliurang ini sering disebut sebagai sandwich ndeso. Cara makannya, tempe bacemnya ditaruh di antara dua jadah, lalu dimakan seperti makan sandwich. Jangan lupa cabainya untuk menemani rasa manis dari tempe bacem. Rasanya?  Jadah tempe paling terkenal adalah jadah tempe dari warung Mbah Carik di Kaliurang. Tapi sebenarnya, jadah tempe dari warung yang lain pun tak kalah enaknya.

0 comments:

Post a Comment