?max-results="+numposts5+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles1\"><\/script>");

Wednesday, June 8, 2016

Wisata Unik di Yogyakarta

1. PASTHY

Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) merupakan tempat yang menarik dikunjungi karena memiliki aneka koleksi satwa yang diperjualbelikan. Tak hanya itu, di kawasan ini juga terdapat playground area yang menyenangkan bagi anak-anak.
Selama ini pasar mungkin tidak pernah ada dalam daftar liburan Anda dan keluarga. Namun sesekali tak ada salahnya mengajak anak-anak dan keluarga untuk berlibur ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, Kami jamin Anda dan keluarga akan mendapatkan pengalaman baru dan liburan yang seru.
Sesuai dengan namanya, pasar satwa dan tanaman hias, di tempat ini dijual aneka flora dan fauna yang lucu serta menarik. Kicauan merdu burung beraneka warna seolah menjadi paduan suara yang menyambut kedatangan wisatawan di tempat ini. Burung-burung indah itu ada yang dijual ada pula yang diikutsertakan dalam lomba burung kicau.
Semakin masuk ke dalam wisatawan akan disambut dengan hewan-hewan lucu lain seperti berbagai jenis anjing, kelinci, reptil, ikan, hamster, kelinci, kucing, dan masih banyak lagi. Bahkan jika beruntung, pengunjung bisa menemukan hewan-hewan yang unik. Meski tidak membeli hewan, para penjual akan menjelaskan tentang peliharaannya kepada pengunjung dengan ramah. Bahkan pengunjung diijinkan untuk memegang atau mengelus hewan-hewan tersebut. Bagi anak-anak hal ini tentu saja sangat menyenangkan.
Menyeberang Jalan Bantul, wisatawan akan disambut dengan zona tanaman hias. Aneka kaktus lucu, mawar, anggrek, bakung, adhenium dan tanaman lainnya menyambut. Aroma bunga dan semerbak menambah wangi suasana. Lelah berkeliling, pengunjung bisa beristirahat di gazebo menikmati semilir angin dan jajanan yang bisa di beli di foodcourt. Jika datang di saat yang tepat, pengunjung bisa menyaksikan lomba burung kicau atau kontes hewan.

Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) terletak di Jalan Bantul KM 1, Dongkelan, Yogyakarta. Lokasinya yang tepat di tepi jalan utama menjadikan akses menuju tempat ini terbilang mudah.
2. Embung Sriten
Terletak di kawasan perbukitan Batur Agung, Embung Sriten menjadi telaga buatan tertinggi di Yogyakarta. Selain fungsi utamanya sebagai sumber pengairan kebun buah, Embung Sriten juga menjadi magnet wisata baru di Gunungkidul.
Sejak dulu Kabupaten Gunungkidul identik dengan kawasan yang gersang dan tandus serta rawan kekeringan. Hal ini dikarenakan kontur wilayahnya yang tersusun dari batuan karst atau batuan kapur. Namun kini pandangan tersebut perlu diubah sebab Gunungkidul justru menjadi kawasan yang menyajikan wahana wisata tirta paling beragam di Yogyakarta.
Argo Embung Batara Sriten atau yang dikenal dengan nama Embung Sriten adalah salah satu obyek wisata tirta yang wajib Anda kunjungi saat datang ke Yogyakarta. Telaga buatan yang terletak di puncak bukit ini menjadi embung tertinggi di Yogyakarta. Wisatawan yang berkunjung ke Embung Sriten pun akan dimanja dengan udara yang sejuk dan panorama yang sangat indah.
Mata wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan telaga dengan latar awan gemawan dan hutan yang menghijau. Dari tempat ini wisatawan juga bisa menyaksikan Rawa Jombor serta Waduk Gajah Mungkur dari kejauhan. Tak hanya itu, saat malam menjelang wisatawan yang berkemah di tempat ini bisa menyaksikan keindahan lampu Kota Klaten dan Nglipar.
Dari ketinggian Embung Sriten, wisatawan juga bisa menyaksikan sunset maupun sunrise tanpa terhalang pepohonan. Saat pagi menjelang, gumpalan kabut yang melingkupi area di bawah embung serupa kue lapis berwarna hijau putih dan terlihat sangat menyejukkan mata. Saat senja tiba, kilau cahaya keemasan yang menerpa permukaan air menjadi pemandangan epic yang sayang dilewatkan.
Selain menyajikan wisata telaga buatan, Embung Sriten juga menjadi kebun buah kelengkeng, manggis, durian, dan sirsak. Kedepannya di tempat ini akan dibangung landasan paralayang berskala internasional.
Embung Sriten terleyak di Bukit Sumilir, Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan, Nglipar, Gunungkidul. Dari Yogyakarta silahkan ikuti jalan yang menuju Gunungkidul. Sesampainya di pertigaan Nglipar belok ke kiri dan ikutu jalan hingga menemukan Balai Desa Pilangrejo di ruas jalan Ngawen – Nglipar. Setelah itu Anda bisa bertanya kepada penduduk lokal.
Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Embung Sriten pastikan kendaraan Anda dalam kondisi prima. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan motor matic jika ingin berkunjung ke tempat ini. Hal ini dikarenakan jalan menuju Embung Sriten dipenuhi tanjakan dan tikungan tajam serta sebagian berupa jalan makadam.
3. Desa Wisata Ketingan
Di Desa Ketingan ribuan kuntul hidup berdampingan dengan masyarakat. Tiap pagi dan senja, wisatawan bisa menyaksikan dan mendengar kepakan sayap ribuan kuntul yang berterbangan di persawahan.
Ratusan burung kuntul putih tersebar di areal persawahan yang sedang ditanami. Dengan tenangnya mereka mencari makan, seolah-olah tak terganggu dengan keberadaan para petani yang sedang menggarap sawahnya. Tak lama berselang, koloni burung tersebut mengepakkan sayapnya dan terbang kemudian hinggap di petak sawah yang lain.  Saat senja menjelang, ribuan burung pun terbang menghiasi langit dan berbondong-bondong pulang ke sarangnya di pepohonan yang ada di desa. Itulah pemandangan khas yang akan wisatawan temui saat mengunjungi Desa Ketingan Sleman Yogyakarta
Tips Berwisata ke Desa Ketingan
·         Tiap bulan September, burung-burung kuntul akan bermigrasi meninggalkan Ketingan dan kembali lagi pada pertengahan Oktober. Jadi bagi yang ingin melakukan bird watching tidak disarankan datang pada bulan tersebut.
·         Sebagai gantinya, pada bulan September rutin dilangsungkan upacara adat Merti Bumi yang dipenuhi dengan beragam acara budaya dan pentas seni.
·         Bagi yang ingin mengenal tradisi lokal lebih dalam bisa datang ke Ketingan pada saat panen raya dan ikut upacarawiwitan (syukuran sebelum masa panen padi) atau datang sebelum masa tanam dan mengikuti upacara angler(selamatan sebelum masa tanam).
·         Bagi yang tidak akan live in, waktu terbaik untuk mengambil gambar atau mengamati koloni burung kuntul ini adalah di pagi hari kala burung mencari makan di sawah atau saat senja tatkala kuntul kembali ke sarangnya.
·         Jangan lupa membawa penutup kepala supaya rambut Anda tidak kotor terkena kotoran burung.

Sebagai desa wisata, Ketingan telah memiliki beragam fasilitas yang bisa digunakan wisatawan mulai dari menara pengamatan burung, pemandu lokal, serta jasa antar jemput wisatawan. Bagi yang hendak menginap, di tempat ini tersedia homestay dengan tarif Rp 75.000/malam. Harga tersebut sudah termasuk makan 3 kali. Murah sekali bukan?
Lokasi Desa Wisata Ketingan
Ketingan terletak di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta. Dari jantung Kota Jogja hanya berjarak 10 km.
4. Bukit Bintang
Bukit Bintang merupakan salah satu lokasi nongkrong favorit di Yogyakarta. Terletak di perbatasan Bantul dan Gunungkidul, siapa pun yang berkunjung ke kawasan ini dapat menikmati taburan gemintang di langit malam serta kerlip benderang lampu kota dari ketinggian.
Jika Bandung punya kawasan Bukit Moko dan Semarang punya Bukit Gombel sebagai tempat menghabiskan malam sembari menikmati taburan bintang dan kerlip lampu kota, Yogyakarta pun tak mau kalah. Kota ini memiliki Bukit Bintang yang selalu ramai dipadati kawula muda untuk menikmati keindahan malam. Terletak di kawasan Patuk, Bukit Bintang menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati senja hingga malam tiba.
Untuk mencapai Bukit Bintang sangatlah mudah. Anda cukup menyusuri jalan menuju Wonosari, Gunungkidul. Bukit Bintang terletak di pinggir jalan setelah naik dari kawasan Piyungan dan sebelum Kecamatan Patuk. Di pinggir jalan utama yang langsung berhadapan dengan tebing itu telah dibangun kursi beton panjang yang bisa dijadikan tempat duduk. Dari kursi beton tersebut pengunjung dapat melihat langsung suasana kota Jogja di malam hari tanpa terhalang oleh apa pun.
Saat cuaca cerah, Bukit Bintang sudah dipadati pengunjung yang kebanyakan muda-mudi sejak sore hari. Biasanya mereka pulang dari berwisata di pantai-pantai Gunungkidul atau memang mengkhususkan datang ke Bukit Bintang. Dari tempat ini pengunjung bisa menyaksikan landskap Gunung Merapi Merbabu dan pesawat yang landing maupuntake off di Bandara Adisucipto. Jika beruntung, pemandangan sunset yang indah dengan warna langit yang menggoda pun bisa dinikmati dari tempat ini.

Dinner Romantis di Bukit Bintang
Puas menikmati sunset, kini saatnya beralih menikmati secangkir teh poci atau kopi guna menghangatkan diri dari hembusan angin yang semakin kencang. Di kawasan Bukit Bintang ini terdapat banyak warung dan kedai kopi sederhana. Meski rata-rata bangunannya semi permanen, tapi pemandangan yang disajikan sangat juara. Sambil menikmati minuman hangat dan obrolan bersama kawan, pengunjung bisa tetap menyaksikan landskap Jogja di malam hari yang mempesona. Jangan lupakan juga jagung bakar aneka rasa sebagai teman ngobrol Anda.
Ingin menikmati dinner romatis bersama orang terkasih? Tak perlu khawatir, Anda bias melakukannya di Bukit Bintang. Selain terdapat aneka warung sederhana, di Bukit Bintang juga ada beberapa restaurant yang bias dijadikan lokasi dinner. Bahkan ada tempat yang memiliki fasilitas outdoor restaurant dengan view Jogja cityscape di malam hari. Perpaduan cahaya lilin di meja, taburan bintang di angkasa, serta lautan cahaya lampu kota semakin menguatkan aura romantisme yang ada.
5. Desa Teletubbies
Apakah Anda masih ingat serial televisi anak-anak dengan tokoh Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Po? 4 boneka lucu berwarna ungu, merah, hijau, dan kuning yang dilengkapi tabung televisi di perut mereka. Dalam serial tersebut mereka tinggal di sebuah rumah unik berbentuk separuh bola atau dome.
Ternyata, di Yogyakarta terdapat sebuah perkampungan yang rumah-rumah penduduknya menyerupai rumah teletubies tersebut. Komplek rumah-rumah tersebut dikenal dengan nama Kompleks Rumah Dome. Namun banyak juga orang yang menyebutnya Desa Teletubbies. Ya, hal ini dikarenakan semua bangunannya berbentuk dome/kubah.
Keberadaan rumah-rumah ini tentu bukan tanpa alasan. Rumah dome ini awalnya dibangun sebagai tempat tinggal warga pasca gempa besar yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006. Arsitektur rumah ini dirancang tahan gempa dan tahan api. Sejak saat itu, warga mulai tinggal di rumah dome ini.
Bentuk rumah yang unik membuat kampung teletubbies ini ramai dikunjungi wisatawan. Mereka penasaran akan isi dari rumah dome. Meski bentuknya kecil, ternyata rumah dome memiliki beberapa ruang. Bahkan rumah dome ini juga terbagi menjadi dua lantai. Saat panas terik udara di rumah dome terasa dingin, dan saat hujan lebat penghuninya akan merasa hangat.
Selain rumah-rumah penduduk, sarana umum lain di kampung ini seperti mushola, poliklinik, dan aula pertemuan warga juga berbentuk kubah dengan ukuran yang lebih besar. Pada hari minggu atau hari libur biasanya akan ada badut teletubbies, sehingga wisatawan yang berkunjung bisa berpose bersama mereka. Menarik bukan? Kapan lagi coba bertemu teletubbies di kampung teletubbies? Selain itu wisatawan juga bisa naik kereta kelinci mengelilingi perkampungan.
Lokasi dan Akses
Kompleks perkampungan rumah dome ini terletak tidak jauh dari Istana Ratu Boko, tepatnya di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Untuk mencapai tempat ini wisatawan cukup menyusuri jalan raya Prambanan – Piyungan. Jika datang dari arah Prambanan, setelah melewati Kompleks Istana Ratu Boko perhatikan petunjuk arah yang ada di kiri jalan. Dari jalan raya silahkan belok kiri mengikuti petunjuk arah yang ada.


0 comments:

Post a Comment